SEJARAH PURA

Dalam kisah Ksatria Tamanbali diceritakan bahwa peristiwa paling penting yang menandai lahirnya wangsa ini adalah terciptanya Tirta Arum, sumber air suci yang muncul melalui kesaktian Sang Resi Wahu Rawuh. Tirta Arum tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam, tetapi sebagai simbol penciptaan kehidupan dan wahana turunnya kekuatan ilahi ke dunia. Dari Tirta Arum lahirlah Ni Dewi Njung Asti, sosok perempuan suci yang kemudian mengandung berkat anugerah Dewa Wisnu. Peristiwa ini menegaskan bahwa keturunan Ksatria Tamanbali memiliki asal-usul ilahi sebagai titisan Dewa Wisnu

Anak yang lahir dari peristiwa suci tersebut mula-mula dikenal sebagai Sang Gangga Tirta, yang kemudian diasuh oleh Batara Subali dan diberi nama Sang Anom. Sang Anom dibesarkan di lingkungan Tamanbali oleh Sang Hyang Aji Jayarembat dan dipersiapkan tidak hanya sebagai pemimpin duniawi, tetapi juga sebagai figur spiritual yang mampu menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Pendidikan dan pembentukan karakter Sang Anom mencerminkan konsep ksatria Bali, yaitu pemimpin yang berlandaskan dharma, kesucian, dan tanggung jawab terhadap rakyat serta alam. Dalam kisah Sang Anom, khususnya hubungannya dengan Ni Dewi Ayu Mas, putri Dalem Batara Sekar Angsana, menunjukkan dinamika antara norma adat, kekuasaan politik, dan kehendak ilahi. Peristiwa pelarian Sang Anom hingga ke hutan Jarakbang yang kemudian dikaitkan dengan asal-usul nama Bangli memperlihatkan bagaimana babad tidak hanya merekam sejarah keluarga, tetapi juga menjelaskan asal-usul wilayah secara simbolik.

Campur tangan Batara Subali dalam menyelamatkan Sang Anom sekaligus melegitimasi pernikahan Sang Anom dengan Dewi Ayu Mas menegaskan kembali status sakral dan sah Ksatria Tamanbali. Dengan demikian, sejarah Ksatria Tamanbali merupakan perpaduan antara mitologi, spiritualitas, dan realitas sosial-politik Bali kuna. Kisah ini menjadi fondasi bagi terbentuknya struktur sosial, sistem kepercayaan, serta pendirian pura-pura suci di Tamanbali. Pemahaman terhadap sejarah ini menjadi penting sebagai landasan dalam mengkaji peran Pura Tirta Harum, Pura Taman Narmada Bali Raja, dan Pura Penataran Agung Tamanbali dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.